Usai Teken Proyek Rp 136 T, Jokowi Suguhi Pangeran Abu Dhabi Salak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengakhiri pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Ada sekitar 12 kerja sama yang diteken. Sekitar sembilan kerja sama yang dikerjakan antar pemerintah, serta tiga kerja sama yang dikerjakan dengan business-to-business (b-to-b). Dalam pertemuan itu pemerintah menyuguhkan beberapa buah tropis jadi sajian buat beberapa tamu negara.



Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, tiga kerja sama yang dikerjakan dengan b-to-b keseluruhan nilai investasinya sampai US$ 9,7 miliar.

"Dari 3 MoU barusan yang usaha to usaha itu nilai totalnya seputar Rp 136 triliun, atau 9,7 miliar dolar," kata Retno di komplek Istana Kepresidenan Bogor.

Retno menerangkan, sekitar tiga project itu ialah di antara PT Pertamina dengan Adnoc dalam soal peningkatan RDMP Balikpapan integrated suplai chain. Ke-2, PT Chandra Asri dengan Mubadala tentang project nafta cracker serta petrochemical complex. Ke-3 di antara PT Maspion indonesia dengan Dubai Port World Asia tentang peningkatan terminal peti kemas serta lokasi industri di Jawa Timur.

Diluar itu, ada pula sembilan kerja sama yang lain yang diteken antar pemerintah. Pertama, penambahan perlindungan investasi. Ke-2, penghindaran pajak berganda. Ke-3, tentang bidang industri. Ke empat, tentang kepabeanan.

Ke lima, tentang pariwisata. Ke enam, tentang bidang kelautan serta perikanan. Ke-7, tentang pertahanan. Ke-8, tentang kekonsuleran, serta yang ke-9 tentang bidang kebudayaan.

Simak juga: Ini Profile Putra Mahkota Abu Dhabi yang Bawa serta Project Rp 140 T ke RI

"Jadi saya anggap ini ialah tidak hanya kunjungan yang benar-benar bersejarah ini kunjungan yang benar-benar straightforward konkrit serta detil bicara tentang permasalahan ekonomi bicara tentang permasalahan keumatan," tegas Retno.

"Seperti didapati UAE mempunyai sovereign wealth fund yang besar sekali yang nilainya seputar 1,3 triliun us dolar serta kekuatan potensi seperti berikut yang kita kerjasamakan dengan UAE," imbuhnya.

Disajikan Buah Tropis

Waktu acara santap siang, Retno mengutarakan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan disajikan beberapa jenis buah tropis. Dari mulai salak, manggis, sampai durian.

Buah-buah yang disuguhi juga memberi perhatian tertentu. Masalahnya beberapa tamu negara tidak pernah lihat buah itu, ditambah lagi salak.

"Sebab kan seperti salak jarang-jarang ya mereka lihat. Jadi barusan bertanya ini apaan, oh ini namanya salak, barusan ada manggis, mangga, terus selanjutnya durian," kata Retno.

Waktu ingin mencicip salak, Retno akui beberapa tamu negara sudah sempat lihat beberapa petinggi negara membukanya terlebih dulu sebelum betul-betul mencobanya.

Simak juga: Menlu Papar Fakta Jokowi Sambut Putra Mahkota Abu Dhabi di Lapangan terbang

"Saya membuka (salak), Pak Luhut membuka," katanya.

Menurut Retno, beberapa tamu negara juga senang dengan buah yang disuguhi oleh pemerintah. "Kebetulan yang durian barusan tidak demikian berbau ya, tidak demikian menusuk begitu, jadi ok sich sepertinya" tuturnya.

"Tetapi manggisya telah dipotong di sedang menjadi tinggal dibuka begitu, tinggal dikonsumsi sich," imbuhnya.
Usai Teken Proyek Rp 136 T, Jokowi Suguhi Pangeran Abu Dhabi Salak Usai Teken Proyek Rp 136 T, Jokowi Suguhi Pangeran Abu Dhabi Salak Reviewed by Admin on 02.54 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.